Kelapa Expo Vol. 2 Siap Digelar, PT TIMAH Perkuat UMKM dan Kreativitas Pemuda

“Kami ingin memberikan ruang bagi para pelaku seni budaya. Selama ini banyak potensi lokal yang belum memiliki panggung untuk tampil. Melalui Kelapa Expo kami ingin membangkitkan kembali kearifan lokal seperti Pangkak Gasing, permainan tradisional, dambus, hingga tari sambut agar semakin dikenal masyarakat,” jelasnya.
Pada malam penutupan, Kelapa Expo Vol. 2 akan menghadirkan konser grup musik Tip X.
Khoirussoleh berharap tingginya jumlah pengunjung dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan roda perekonomian masyarakat setempat.
Menurutnya, penyelenggaraan Kelapa Expo juga berangkat dari keinginan para pemuda untuk menciptakan destinasi singgah baru di Kecamatan Kelapa.
“Selama ini Kelapa belum memiliki pusat kegiatan atau destinasi yang membuat orang singgah. Karena itu kami berinisiatif membuat event yang mampu menggerakkan perputaran ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan potensi yang kami miliki,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan PT TIMAH terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, bantuan perusahaan menjadi bukti kepedulian terhadap pengembangan masyarakat, meskipun Kecamatan Kelapa bukan merupakan kawasan pertambangan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan PT TIMAH. Bantuan ini sangat membantu kegiatan sehingga Kelapa Expo dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami, event ini bisa terus berlanjut menjadi agenda tahunan,” katanya.
Ia menilai perhatian PT TIMAH menunjukkan bahwa manfaat program sosial perusahaan tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah operasional pertambangan, tetapi juga menjangkau daerah lain yang memiliki potensi untuk berkembang.
“Kami berharap sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan pemuda, baik untuk mengembangkan potensi daerah, melestarikan budaya, maupun memberdayakan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat,” tutupnya.
Kelapa Expo Vol. 2 mengusung semangat menjadi wadah kreativitas generasi muda, memperkuat seni dan budaya lokal, mempromosikan produk UMKM, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemuda, dan dunia usaha seperti PT TIMAH, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Bangka Barat. (*)




