Kanwil KemenHAM Babel Tanamkan Nilai HAM kepada Siswa Baru SMAK Seminari Mario John Boen

PANGKALPINANG, INLENS.id – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Kepulauan Bangka Belitung memberikan penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) kepada siswa baru SMAK Seminari Mario John Boen Keuskupan Pangkalpinang dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAK Seminari Mario John Boen tersebut diikuti para siswa kelas X dan dihadiri jajaran Kanwil KemenHAM Babel, di antaranya Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Anis Ratna, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Syamsudin M, JFU Instrumen dan Penguatan HAM Hidayat, serta JFT Dukungan Manajemen Rosmini.
Kehadiran rombongan Kanwil KemenHAM Babel disambut langsung oleh Kepala Sekolah beserta tenaga pendidik SMAK Seminari Mario John Boen.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Anis Ratna, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada Kanwil KemenHAM Babel untuk berbagi pengetahuan mengenai hak asasi manusia kepada para peserta didik baru.
Menurutnya, pengenalan nilai-nilai HAM sejak dini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda yang menghargai sesama, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah pemahaman sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik akan pentingnya menghormati hak asasi manusia, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Anis Ratna.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan. Hak tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dipenuhi dan dilindungi oleh negara.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Syamsudin M, menekankan pentingnya membangun sikap toleransi di lingkungan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa toleransi merupakan sikap saling menghargai setiap perbedaan, baik perbedaan agama, suku, budaya, maupun latar belakang lainnya.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.
Syamsudin menambahkan, Kementerian HAM terus berkomitmen memfasilitasi kegiatan penguatan HAM kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sementara itu, Kepala SMAK Seminari Mario John Boen menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan HAM sangat relevan diberikan kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Ia berharap sinergi antara sekolah dan Kanwil KemenHAM Babel dapat terus berlanjut sehingga edukasi mengenai hak asasi manusia tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan MPLS, tetapi juga menjadi pembelajaran yang berkesinambungan dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan menghargai sesama.




