Jawab Keraguan, SMPN 9 Jadi Satu-satunya Sekolah Negeri di Pangkalpinang yang Loloskan 5 Siswa ke OSN Provinsi

Menanggapi masa lalu sekolah yang sempat dipandang sebelah mata, Ahmat Yamani tidak menampiknya. Menurutnya, anggapan tersebut memang pernah menjadi realita yang dihadapi pihak sekolah.
“Ada benarnya juga. Memang sekolah ini sering menjadi pilihan terakhir bagi orang tua untuk melanjutkan pendidikan putra-putrinya,” kata Ahmat terus terang.
Namun, stigma tersebut tidak membuat pihak sekolah patah arang. Pihak manajemen sekolah bersama dengan komite dan orang tua wali murid terus bersinergi melakukan pembenahan secara internal, khususnya dalam hal pembinaan karakter dan akademis siswa.
Upaya keras tersebut kini membuahkan hasil manis. Dalam tiga tahun terakhir, citra SMPN 9 Pangkalpinang berbalik total. Antusiasme masyarakat melonjak drastis hingga jumlah pendaftar saat SPMB selalu melebihi kuota yang disediakan sekolah.
Secara bertahap, sekolah ini mulai meninggalkan beberapa SMP negeri lainnya di Kota Pangkalpinang dalam hal perolehan prestasi.
Tidak hanya di bidang sains seperti OSN, siswa-siswi SMPN 9 juga langganan menyabet trofi di ajang non-akademik tingkat kota maupun provinsi, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Bagi Ahmat Yamani, trofi dan medali bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah dampak dari proses pendidikan yang sehat. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk terus fokus pada pengembangan minat dan bakat anak didik.
“Mendapat juara itu bonusnya. Fokus utama kami adalah selalu berupaya mengembangkan potensi, bakat, dan minat setiap murid yang telah dititipkan oleh orang tua wali murid kepada sekolah ini,” pungkasnya.




