Dody Kusdian: Pendidikan Babel Masih Tertinggal, RPJMD Harus Dukung Transformasi Agro-Maritim

“Kita harus melihat peluang ke depan. Misalnya, pendidikan SMK harus kita sesuaikan dengan arah pembangunan. Kalau kita mengembangkan agro-maritim, maka pendidikan kita juga harus mendukung itu. Jangan sampai tenaga kerja justru didominasi dari luar,” tegas Dody.
Selain itu, Dody mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Babel tahun 2024 masih berada di bawah target nasional. Hal ini, katanya, menjadi pekerjaan rumah bersama agar pembangunan lebih fokus dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda Provinsi Babel Fery Afrianto menegaskan bahwa visi misi Gubernur Babel menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, disusul kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengakui, kualitas pendidikan Babel masih berada di peringkat bawah secara nasional.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita. Pendidikan di Babel masih di posisi delapan terbawah secara nasional. Padahal, alokasi anggaran untuk pendidikan sudah cukup besar.
Pertanyaannya, apakah program yang ada sudah cukup kuat untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita? Ini yang harus kita evaluasi bersama,” jelas Fery.
Reses di LKSA Adduha berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Sesi diskusi terbuka memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan, mulai dari pendidikan, kesejahteraan sosial, hingga arah pembangunan daerah.
Masukan-masukan tersebut, ditegaskan Dody, akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Babel agar dapat ditindaklanjuti melalui APBD maupun RPJMD.



