BeritaDaerahPT Timah

TINS Bukukan Laba Bersih Rp300 Miliar di Semester I 2025

Permintaan global terhadap logam timah, khususnya dari industri elektronik seperti tin solder dan tin chemical, tetap tinggi. Hal ini terutama didorong oleh kebutuhan dari pasar Jepang dan Tiongkok. Namun, ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat berpotensi memberikan tekanan terhadap permintaan global. Meskipun demikian, harga timah cenderung stabil karena permintaan global yang cukup kuat, meskipun tetap ada risiko fluktuasi akibat faktor geopolitik dan terbatasnya pasokan. Hingga akhir Juni 2025, Persediaan timah di gudang LME berada pada posisi 2.220 ton, turun 53,3% dari awal tahun 2025 di posisi 4.760 ton.

Baca juga  Kolaborasi dengan Pemuda, PT TIMAH Tbk Dukung Turnamen Karang Taruna Jebus Cup 1

Berdasarkan CRU Tin Monitor, pertumbuhan produksi logam timah global di semester I 2025 diperkirakan naik 10,5% (YoY) menjadi 192.611 ton. Sedangkan konsumsi logam timah global di semester I 2025 diperkirakan naik 3,9% (YoY) menjadi 191.163 ton.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles