ArtikelOpini

Ketika Kelapa Terbelah, Bajing dan Tikus Bersorak-sorai

Gosokan dan gesekan yang melemahkan telinga tetus digaungkan. Siapakah penggaungnya? tentu saja para bajing dan tikus yang berharap dengan pecahnya buah kelapa, mereka bisa menikmati serpihannya tanpa dihitung. Apalagi jika pecah berkeping-keping kecil.

Tapi ini bukan tentang buah kelapa. Ini tentang kapasitas dan kedewasaan pemimpin yang ditunggu kinerjanya, bukan sekedar omon-omon bikin ini bikin itu. Pelabuhan ini pelabuhan itu, investor ini investor itu.

Gaduh ini cukup identik dengan pola-pola klasik pemimpin otoriter yang selalu menutupi kekosongan gagasan dan konsep pembangunan dengan menciptakan konflik-konflik pengalih perhatian publik.

Baca juga  M. Unu Ibnudin Tiba di Pangkalpinang, Siap Dilantik Sebagai Pj Wali Kota

Meskipun terlalu mahal karena harus dibayar selama 5 tahun, namun fenomena ini ada manfaatnya bagi pembelajaran politik. Pendewasaan bersikap publik selaku empunya demokrasi.

Cikal-bakal pemimpin harus terkader sejak dini, ditempa dan diuji untuk kemudian disajikan kepada masyarakat pemilik hak suara. Biaya demokrasi yang tidak murah, seyogyanya melahirkan pemimpin berkualitas, berkapasitas, dan berintegritas, bukan sekedar penuh isi tasnya.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles