Ketum PINKAN Serahkan Alat Musik Kolintang untuk ISI Padangpanjang
“Inilah bukti musik kolintang setelah diakui UNESCO, menjadi milik orang Indonesia, semua warga di NKRI. Kolintang ini menembus batas peradaban. Kolintang menyatukan kita semua, bisa dimainkan oleh siapa pun, kapan pun dan di mana pun,” kata Penny.
Rektor ISI Padangpanjang, Febri Yulika menyatakan dengan telah diakuinya kolintang sebagai warisan dunia tak benda oleh UNESCO, merupakan inspirasi bagi masyarakat di Sumatera Barat, khususnya di Padangpanjang untuk bergerak bersama memperjuangkan salah satu seni budaya yang ada di sana untuk diusulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
Rektor menambahkan, ISI Padangpanjang adalah sekolah seni kedua tertua di Indonesia setelah ISI Surakarta.
“Jadi, bukan sesuatu yang kebetulan bahwa kedatangan PINKAN Indonesia ke sini adalah sebuah kehormatan yang sangat membanggakan kami,” katanya.
Satu set alat musik kolintang, menurut Rektor, sangat membantu untuk kelanggengan musik kolintang.
“Kolintang merupakan musik yang sangat terbuka, maka keterbukaan ini adalah sebuah kekuatan yang bisa membangun konstruksi yang semakin mantap untuk pemajuan kebudayaan Indonesia,” kata Rektor ISI Padangpanjang.
Dalam kunjungan ke ISI Padangpanjang, Ketua Umum PINKAN Indonesia didampingi Sekjen PINKAN Nanny Suryo, dan Neneng Roswita.