
Penelitian ini akan berlangsung selama lima hingga tujuh tahun, dengan tujuan mengungkap lebih banyak temuan penting terkait evolusi manusia dan pengaruh budaya di wilayah tersebut. Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Yogaswara, berharap riset ini juga dapat mengungkap kajian-kajian terkait budaya Jawa dan Sunda, serta tradisi lisan, manuskrip, dan bahasa yang ada.
Selain itu, BRIN juga membangun infrastruktur jalan sepanjang 3,8 kilometer menuju stasiun lapangan untuk mempermudah akses bagi peneliti dan warga sekitar. Fasilitas yang akan dilengkapi dengan penginapan, laboratorium lapangan, dan ruang pertemuan kecil diharapkan dapat mendukung riset arkeologi yang berkelanjutan di Indonesia.
Sumber: indonesia.go.id