Melestarikan Budaya Lewat Sastra: Bincang Novel CINTA DI BAWAH TUDUNG SAJI

Dalam sesi bincang, Toni menyampaikan harapannya agar novel ini dapat menjadi media promosi budaya dan wisata Bangka Selatan ke kancah nasional. “Lewat novel ini, saya ingin memperkenalkan potensi wisata dan kekayaan lokal Bangka Selatan, agar lebih banyak orang mengenal dan berkunjung ke sini,” ungkapnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya acara. Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan yang diajukan mengenai proses penulisan, latar belakang cerita, dan pesan yang ingin disampaikan melalui novel ini. Beberapa peserta dari komunitas literasi menyampaikan apresiasi atas kehadiran novel yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah.
“Ini pertama kalinya saya membaca novel yang bercerita tentang tradisi Hikuk Helawang. Rasanya sangat menyentuh dan mengingatkan kita pada kekayaan budaya yang sering terlupakan,” kata Rani, salah satu peserta acara.
Selain diskusi, acara juga diisi dengan sesi tanda tangan buku dan foto bersama penulis. Peserta yang membeli novel di lokasi mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Si Mister Oren.
Acara bincang novel ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendekatkan masyarakat pada kekayaan budaya dan keindahan wisata Bangka Selatan melalui media sastra. Dengan respon positif yang diterima, Toni Pratama optimis karyanya akan memberikan dampak positif bagi daerahnya.




