Belitung TimurBeritaBerita PilihanSEO

Situasi Memanas di PT Timah Belitung Timur, Yonif TP 845 dan Kodim 0414 Turun Tangan

Pelibatan TNI dalam pengamanan objek vital tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dalam kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bukan Hanya GBT, 15 STP Ikut Diamankan

Pengamanan tidak berhenti setelah aksi unjuk rasa berlangsung.

Kodim 0414/Belitung bersama Yonif TP 845/Ksatria Satam tetap menyiagakan personel di sejumlah objek vital PT Timah yang berada di wilayah Belitung dan Belitung Timur.

Selain GBT Gantung, terdapat 15 Stasiun Pengumpul (STP) PT Timah yang turut menjadi bagian dari pengamanan preventif.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun pekerja.

Komandan Kodim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung juga mengajak masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Belitung dan Belitung Timur.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui dialog dan komunikasi yang konstruktif agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan,” demikian pesan Dandim dalam keterangan terkait pengamanan.

Ia menilai kondisi keamanan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.

Aspirasi Penambang Tetap Jadi Perhatian

Di sisi lain, persoalan yang menjadi pemicu aksi juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat penambang.

Belum adanya persetujuan RKAB disebut berdampak terhadap proses penyerapan bijih timah masyarakat melalui mitra resmi PT Timah. Kondisi tersebut kemudian berimbas terhadap pembayaran imbal jasa kepada para penambang.

Karena itu, penyelesaian persoalan melalui jalur komunikasi dan dialog menjadi penting agar keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Penyampaian aspirasi masyarakat tetap dihormati sepanjang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh pihak dapat menjaga keamanan dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi,” demikian penekanan dalam keterangan pengamanan.

Yonif TP 845/Ksatria Satam dan Kodim 0414/Belitung menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, PT Timah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan objek vital nasional.

Pengamanan tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan keamanan, perlindungan aset negara, aktivitas ekonomi serta hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, persoalan RKAB, penyerapan bijih timah dan keterlambatan pembayaran kepada penambang masih menjadi isu penting yang membutuhkan penyelesaian secara terbuka dan konstruktif di tengah masyarakat Belitung dan Belitung Timur.

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan