BeritaDaerahPangkalpinang

Sudah 100 Kali Pencet Bel Darurat, Tak Ada Perawat Datang” – Kisah Pilu Ibu Bayi yang Meninggal di RSBT

Terus Suster datang lagi, kembali saya sampaikan anak saya kondisinya makin parah, lalu dijawab suster tidak apa-apa, biasa saja,”kata Ayi.

Setelah Suster keluar ruangan, dari pukul 02.00 WIB sampai dengan menjelang pagi tidak pernah datang lagi keruangan tempat korban dirawat. Disinilah Ayi melihat kondisi anaknya mulai pucat, mata cekung dan badannya menggigil.

“Saat itu saya berdoa, dan menenangkan diri saya sendiri. Saya melihat anak saya sudah pucat, cekung dan panas,”kata Ayi.

Melihat kondisi tersebut, Ayi kemudian memencet bel darurat yang ada di ruang pasien. Namun sayang meski sudah 100 kali memencet bel tidak ada satupun petugas medis yang datang.

“Sampai saya pencet – pencet tombol darurat dengan harapan aka ada tindakan medis, tapi tidak ada satu orangpun yang datang,”sambung Ayi lirih.

“Kemudian saya menghubungi suami saya, saya bilang kepada suami saya sudah 100 kali mencet tombol darurat tapi tidak ada yang datang. Kemudian saya menghubungi adik angkat saya untuk mencari perawat tapi dia bilang  tidak ada perawatnya,”terangnya.

Ayi Bandingkan Pelayanan RSUD dan RSBT

“Anak saya juga pernah masuk rumah sakit umum. Di rumah sakit umum itu kalau jarum infus itu lepas langsung diperbaiki. Anakku itu sampai dicolok 5 sampai 8 kali sampai jarum itu masuk. Terus perawat di RSDH itu aktif datang melihat kondisi pasien. Kalau anak saya panas perawat langsung memberikan tindakan bukan dibiarkan, kalu di RSBT orang nganter obat, mereka tidak dijelaskan obat itu apa, eh mereka bilang tolong dikasih,”tutup Ayie.

Baca juga  Subuh Mencekam, Otak Pembunuhan Wartawan Okeyboz.com Tiba di Polda Babel

Ayi juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Polresta Pangkalpinang yang telah memfasilitasi mobil jenazah untuk mengantar jenazah anaknya kerumah duka.

Sementara Direktur RSBT Pangkalpinang, dr. R. Agus Subarkah melalui Humas Derry Afrian dalam rilis diterima Suarapos.com media salah satu dari JMSI Babel  mengatakan, jika sejak pasien pertamakali mendapat perawatan, seluruh tim medis telah berupaya maksimal memberikan pertolongan sesuai prosedur dan standar pelayanan medis yang berlaku.

“Berbagai langkah penyelamatan telah dilakukan, dengan sepenuh hati namun Tuhan berkehendak lain,”tertulis dalam rilis tersebut.

“Kami memahami berapa besar rasa kehilangan dan kesedihan yang dirasakan keluarga. Dalam situasi ini, kami menghormati sepenuhnya privasi keluarga, sehingga kami tidak dapat menyampaikan detail media pasien demi menjaga kerahasian rekam medis serta mematuhi etika kedokteran,”jelasnya.

Sementara dalam proses pemulangan jenazah telah dilaksanakan dengan penuh penghormatan setelah seluruh prosedur medis dan administratif selesai.

“RSBT Pangkalpinang akan terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat,”jelas dalam rilis itu.

Derry saat ditanya Suarapos.com terkait berapa jumlah perawat yang bertugas, dan berapa pasien yang masuk pada malam itu enggan memberikan jawaban secara rinci.

“Iya bang nanti kita telusuri lebih lanjut. Sampai saat ini kami lagi kumpulin data dan singkronisasi,”jawab Derry melalui pesan WhatsAap.

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles