
“Sebagai kementerian hilir, kebijakan kementerian lain berdampak langsung ke sektor ketenagakerjaan. Ditambah, dinamika global juga turut memengaruhi pasar kerja nasional,” jelasnya.
Ia juga menguraikan sejumlah tantangan utama ketenagakerjaan, seperti peningkatan kesejahteraan, penyempurnaan regulasi, perlindungan pekerja informal, dan kesiapan menghadapi perubahan struktur pekerjaan akibat teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Yassierli mengapresiasi PT Pertamina (Persero) yang menjadi tuan rumah peringatan May Day dan memberi contoh hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, hubungan antara manajemen dan pekerja yang baik adalah dasar kolaborasi.
“Hubungan industrial yang tidak sehat hanya akan menghambat upaya kita. Dengan sinergi, kita bisa meningkatkan kesejahteraan pekerja dan memperkuat daya saing bangsa,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri PKP Maruarar Sirait, Wakil Menaker Immanuel Ebenezer Gerungan, serta pimpinan BPJS, BPS, dan berbagai federasi pekerja.
