Bateng Usulkan Dua Wilayah Jadi Desa Sadar HAM, APBD Jadi Kunci

BANGKA TENGAH, INLENS.id – Kelurahan Arung Dalam dan Desa Celuak, Kabupaten Bangka Tengah, diusulkan sebagai Desa/Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM).
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut sebagai upaya mendorong desa dan kelurahan agar lebih peduli serta menerapkan prinsip-prinsip HAM dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita mendukung program pemerintah ini untuk mendorong desa/kelurahan agar lebih peduli dan menerapkan prinsip HAM dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, implementasi HAM di daerah tidak hanya bersifat konsep, tetapi harus tercermin dalam kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Bagi kami di pemerintah daerah, realisasi utama HAM ada di APBD. Yang terpenting adalah bagaimana APBD dapat menjabarkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat,” jelasnya.
Menurut Algafry, pelayanan berbasis HAM harus diwujudkan secara nyata melalui program-program yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, APBD menjadi instrumen utama dalam menerjemahkan pengakuan dan perlindungan terhadap HAM.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga hak adat sebagai bagian dari HAM yang harus diperhatikan hingga tingkat desa.
“Salah satunya tradisi nganggung sebagai kearifan lokal yang memiliki nilai sosial dan budaya tinggi. Contohnya di Desa Sungkap, yakni Nganggung Nujuh Hari yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suherman, menyampaikan bahwa program Desa/Kelurahan Sadar HAM merupakan langkah strategis untuk memperkuat penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM mulai dari tingkat paling bawah.
“Desa dan kelurahan menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Karena itu, nilai-nilai HAM harus hadir dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia berharap usulan Kelurahan Arung Dalam dan Desa Celuak dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Bangka Belitung untuk terus membangun budaya sadar HAM secara berkelanjutan.




